Tabassumuka

5 Oct 2012

Keberagamaan dengan senyum dan tidak tegang

  1. ‘Tabassumuka fi wajhi akhika shodaqotun’. (Alhadits. Senyummu di hadapan saudaramu itu juga SEDEKAH.
  2. Senyum adalah salah satu bentuk solidaritas.
  3. Wajah dan ajaran Islam juga mesti disampaikan dengan penuh senyuman, tidak gersang, kasar, penuh benci dan memaki.
  4. Apa yg ditampilkan saudara muslim yg berdakwah secara gersang sejatinya berlawanan dg hadits ‘tabassumu fi wajhi akhika shodaqotun’ tsb. :)
  5. Di isu-isu yg serius, sensitif, dan tegang, humor yang tidak melukai merupakan cara yang ampuh ‘berdakwah’
  6. Humor cerdas itu teknik dakwah, bedakan dengan melucu gaya pelawak
  7. Semua hal yang menyangkut agama tidak perlu disikapi/direspon dan disampaikan secara TEGANG!
  8. Jangan hanya melihat ‘Islam’ itu sebagai institusi
  9. Humor itu merupakan salah satu indikator kecerdasan emosional. Coba lihat perespon ‘penghinaan agama’ terlalu serius full emosi :)
  10. Kalau semua statement terhadap agama/Nabi kita respon secara gersang, pasti semuanya kita anggap penghinaan. Slow sajalah menanggapinya :)
  11. Tuhan (begitu pun Nabi) dan ajaran sejatinya tidak perlu dibela. Biarkan saja dibilang apa, takkan mengurangi kebesaran dan kemuliaan-Nya.
  12. ‘Membela’ Nabi itu ya dengan mengerjakan ajaran dan sunnahnya. “Idfa’ billati hiya ahsan” (QS 41:34). Responlah dengan balasan terbaik.
  13. Respon terbaik terhadap ‘penghinaan’ bukanlah dengan kemarahan yang eksplosif.
  14. Betul RT @Emil_Salim87 Apalg klau protesnya sampai ada yg dirugikan..


TAGS


-

Author

Follow Me

Search

Recent Post